MaududiTokoh pemikir politik islam juga lahir dari negara-negara yang saat ini tidak dikenal sebagai Negara Islam, seperti India. Salah satunya adalah Abu A’al Maududi. Ia berasal dari keluarga yang sangat terhormat. Keluarganya sangat terkenal dalam masalah-masalah keilmuan dan Agama.

Ia sangat teguh dalam meluruskan persepsi orang banyak tentang islam. Hal tersebut bisa di lihat dari berbagai macam buku yang ia tulis untuk secara tidak langsung menjawab wacana-wacana yang salah tentang islam.  Di sisi lain ia juga sering mengkritik pergolakan politik yang ada melalui tulisannya dan juga membentuk gerakan ketidak tentraman sipil yang memprotes kebijakan dan kinerja pemerintah apabila pemimpin yang berkuasa tidak menjalani amanahnya dengan baik. Karena sifat kritisnya itu, Abu sering dipenjara dan hampir dijatuhi hukuman mati.

Suatu saat, dia bertemu dengan Muhammad Iqbal. Muhammad Iqbal kemudian membujuk Abul al-A’la Maududi agar mau pindah ke Lahore (Pakistan) untuk berjuang bersama-sama membangkitkan Islam. Dia selalu memberikan spirit kepada umat muslim India sampai berdirinya Negara Pakistan.

Kemudian pada Tahun 1943, Abul al-A’la Maududi mendirikan Jama’at Islami. Tujuan dari organisasi tersebut adalah untuk mengadakan revolusi total dalam kehidupan umat Islam berdasarkan pemahaman Islam yang benar dan bersih dari noda-noda yang didatangkan oleh orang-orang yang tidak senang dengan Islam.

Pada tahun 1958, organisasinya yaitu Jama’at Islami dibubarkan. Keputusan tersebut kemudian dicabut karena dianggap bertentangan dengan Undang-Undang yang berlaku. Pada tahun 1964, para pemimpin Jama’at Islami dipenjara. Karena adanya tekanan dari masyarakat, akhirnya mereka dibebaskan. Ketika kondisi kesehatan Abul al-A’la al-Maududi mulai menurun, dia menyerahkan kepemimpinan Jama’at Islami kepada Ustad Muhammad Thufail. Kemudian dia berkonsentrasi dalam bidang Pemikiran Islam. Pada tahun 1961, dia membuat rencana yang matang untuk mendirikan sebuah universitas Islam di Madinah Munawwarah. Dia juga mendirikan organisasi Rabithah Alam Islami.

Setelah penyerangan pasukan India ke Pakistan pada tahun 1965, dia menyerukan umat Islam untuk melakukan jihad. Abul al-A’la al-Maududi juga mengancam dengan keras kekejaman pasukan India di wilayah Kashmir. Di samping itu, dia juga mengecam gencatan senjata antara para pejuang Kashmir dan pasukan India serta menolak perjanjian Tashkend. Pada tahun 1967, Abul al-A’la al-Maududi dipenjara selama dua bulan. Dia selalu menyatakan bahwa satu-satunya cara untuk membebaskan wilayah Islam adalah dengan jalan militer.

Al’Maududi merupakan tokoh yang menentang pisahnya India dan Pakistan karena beberapa kesamaan pandangannya dengan prinsip Nethu sahabatnya yaitu DRS3 (democratic, republic, socialist, seculer dan soverign). Nilai seculer inilah yang ingin ditanamkan dalam sistem bahwa meskipun dalam satu Negara, bisa memiliki dua bangsa yang memiliki otonomi sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s