Ali syariatiTokoh syah pelopor revolusi iran

Revolusi besar Iran terjadi pada tahun 1979 yang berujung pada tumbangnya diktator Syah Reza pahlevi yang menjadi boneka Amerika Serikat.

  1. Apa pemikirannya mengenai manusia, masyarakat, agama, sejarah
  1. Hub pemikiran Ali syariati dgn hegel & karl mark

Jawaban:

Masyarakat dm melihat pandangan dunia berbeda, berdasarkan sejarah/latar belakan.. memasukkan islam dlm masyarakat, padangan masyarakat allkan berubah, worldview

Ali Syari’ati menawarkan gagasan pandangan tentang dunia religius humanistik untuk memerangi dualisme kelas antara kelas penguasa dan yang dikuasai, antara kelas borjuasi dan proletariat, sehingga manusia akan menemukan keesaan yang orisinil dalam rangka membangun kesadaran manusia pada misinya sebagai wakil atau khalifah Tuhan di muka bumi.

Menurutnya, manusia adalah makhluk merdeka dan memiliki potensialitas tanpa batas untuk menentukan nasibnya sendiri dan bukan ditentukan oleh kekuatan eksternal dengan membangun semangat Tauhid.

Adapun perihal mengenai “kebebasan”, Ali Syari’ati  berpendapat bahwa, kebebasan individu merupakan kebebasan parsial. Sedangkan kebebasan yang di formulasikan oleh Islam, berorientasi pada tujuan yang menjamin kebahagian, kebebasan sempurna dan hakiki, dari yang segala yang membelenggu.

Pandangan-pandangan Ali Syari’ati yang menonjol adalah menyangkut hubungan antara agama dan politik, yang dapat dikatakan menjadi dasar dalam ideologi pergerakannya.

Refolusi_idelogi_masyarakat

Jawaban 2

demi terwujutnya kesadaran akan Allah sebagai Khaliq. Bagi Syari’ati, proses transpormasi dialektis, merupakan kunci bagi perkembangan sosial dan sejarah. Ia menerima metode dialektika Hegel, di mana tesis, antitesis  dan sintesis dapat memperjelas watak umum perkembangan sejarah apapun, termasuk sejarah islam tertentu. Lebih jauh Syari’ati berpendapat apabila ingin menganalis suatu gerakan, ideologis, filsafat, agama dan revolusi dalam sejarah umat manusia. Maka akan terlihat tiga hal pokok yang  terdapat esensinya. Pertama adalah cinta dan mistisme. Kedua perihal kebebasan. Ketiga perihal pengupayaan keadilan sosial.

Berkaitan dengan pengupayaan keadilan sosial, menurut Syari’ati merupakan suatu yang di idamkan oleh masyarakat. Menurutnya, sistem yang dapat memberikan persamaan dan keadilan sosial adalah sosialisme, yang mungkin tidak dapat disamakan dengan sosialisme model Karl Marx. Sosialisme yang di maksut oleh Syari’ati lebih bersifat etika, dan karenanya masyarakat yang ideal menurutnya adalah masyarakat yang berdasarkan sistem ekonomi sosialis, yang di atur oleh nilai etika dan spiritual yang berdasarkan keimanan kepada Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s