natsir

Dalam pemikirannya M. Natsir memposisikan agama sbg pemikiran yg utama dimana ia ingin memasukkan unsur agama kedalam pemerintahan, mengedepankan ketertiban keadilan dan kesejah teraan bagi masyaakat tanpa membedakan agama, ras, dan suku. Intinya dia berusaha mempersatukan agama dan pemerintahan.

Menurutnya, demokrasi sangat penting bagi masyarakat karena :

–          Demokrasi pemikiran yang utama ingin memasukkan nilai agama dalam pemerintahan

–          Mengedepankan ketertiban tidak perduli ras, agama, suku

–          Sesuai dgn ajarn agama, musyawarah

–          Sesuai dgn  Realitas masyarakat Indonesia yang berdasar kedaulatan rakyat.

 

Faktor yg pengaruh pemikirannya iyalah :

– Faktor Ideosinkretik yaitu faktor pendidikan yang  ia tumbuh di lingkungan yang religious sehingga menjadi pemikir pembaharu islam

– Factor Aktifitas dimana ia memulai karir politik 1938  ia masuk partai islam Indonesia (PII)

– Factor sosiopol dan ekonomi di Indonesia, yaitu Indonesia memang sudah merdeka namun mendapatkan ancaman dari belanda, ada kristenisasi yang terjadi di masyarakat sehingga ia harus membela agamanya di negara sendiri

M. Natsir juga mencetuskan demokratisasi theistic (Demokrasi ketuhanan) = demokrasi yang berdasarkan nilai-nilai ketuhanan

Factor agama yang empengaruhi pemikirannya mengenai demokrasi, Hukum yang udah dibicarakan gk boleh di musyawarakan n dibantah.

Pemilu 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s