Arkoun Pemikir Isla ini merupakan salah satu pemikir yang paling saya sukai. Sebab, pemikirannya sangat mampu menggambarkan keadaan sekarang maupun masa depan. dikarenakan oleh semakin banyaknya orang yang tidak mengerti akan islam itu sendiri meskipun iya seorang muslim.

Pemikiran Arqoun, lebih cenderung kepada kesalahan persepsi yang terdapat dalam umat Islam dewasa ini. Menurut Arkoun, Islam saat ini dikuasai oleh nalar islam yang memiliki karakter logisentrik yaitu nalar yang menyetakan bahwasanya agama hanya untuk beribadah, tanpa ada nilai nilai didalamnya yang dapat diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya ula, islam saat ini menjadi terkebalakang.

Ciri-cirinya:

–          Nalar islam dikuasai oleh nalar dokmatris ‘ya gini ya gini’ dan sangat terkait dengan kebenaran abadi dan tentu saja bersifat eksestis etis daripada ilmiah (islam hanya dokma dan gk bisa dinalar secara ilmiah)

–          Fungsi nalar yang bertugas untuk mengenali kembali kebenaran yang telah menjadi sempit yang berputar disitu aja

–          Nalar hanya bertitik tolak dengan rumusan2 umum dgn menggunakan metode analogi implikasi dan oposisi

–          Pemikiran islam cenderung mentup diri dan tidak melihat aspek kesejahteraan, social, budaya dan etika, sehingga, cenderung dijadikn sbg satu2 wacana yang diikuti secara taqlid(iku2 ikutan doang)

–          Pemikiran islam lebih mementingkan suatu wacana yang lahir didalam ruang bahasa yang terbatas,sesuai dgn kaidah bahasa n cenderung mengulang sesuatu yang lama serta wacana batin melampausi batas2 logosentrik, kekayaan spiritual cenderung diabaikan

, harus menganalisa tentang

Pemikrannya bercorak epistemology, dan membebankan beberapa tugas kepada kaum intelektual.

  1. Melakukan klarifikasi storis terhadap kesejarahan umat islam dan pembacaan alquran secara benar.
  2. Menyusun kembali seluruh syariah sbg sistem semilogis yang mekerefankan wacana alquran dengan sejarah manusia disamping sbg tatanan social yang ideal. (fungsi alquran masih relefan sampai sekarang) rasional
  3. Kita harus meniadakan dikotomi tradisional, antara iman dan nalar, wahyu dan sejarah, jiwa dan materi
  4. Memperjuangkan suasana berfikir bebas dalam mencari kebenaran agar tidak ada gagasan yang terkukung di dalam keterkukungan baru /di dalam taqlid (ikit-ikutan aja)

Arqoun juga mencetuskan konsep hermonitika yaitu mengkaji sejarah & Al-qur’an sebagai rekonstruksi di kehidupan modern ini.

Konsep pemikiran Rethinking islam today, Proses Mencari kebenaran dengan dekonstuksi ?

Islam terbelakang, dll

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s